Monday, July 11, 2022

Rahasia sehat serta umur panjang methode Jawa kuno

Banyak sekali bukti nyata bagaimana orang awa kuno bisa sehat dan berumur panjang,tidak hanya faktor makanan dan kondisi alam yang masih bersih dari polusi,di tambah lagi belum adanya pupuk kimia di masa itu tentunya masih menggunakan pupuk organik,terlepas dari itu faktor lain seperti melakukan semedi hal yang sering di lakukan oleh orang dulu,menjadikan ketenangan jiwa serta raga lebih tenang,tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengikuti jejak para pendahulu kita,yang perlu kita lakukan adalah olah raga rutin makanan yang bergizi managemant pikiran,selalu berfikir positif tenang dalam menghadapi segala permasalahan hidup.Pernahkan kita merasakan bahwa makanan terasa tidak menarik untuk kita maknan,itu sudah menandakan ada yang tidak sehat, tidak sehat karna tubuh kita sedang sakit atau memang hati kita yang tidak sehat alias banyak pikiran dengan problema kehidupan, keduanya butuh seimbang agar kita bisa adil memperlakukan tubuh kita dengan sebaik baiknya.Itu  kebutuhan jiwa dan raga kita nutrisanya harus terpenuhi agar hidup kita lebih berkwalitas sehat jasmani dan rohani,. Walaupun kelihatan mudah tapi tidak semua orang bisa menerapkan pola hidup seimbang, pola hidup ini sebagai dasar untuk mencapai pola hidup sehat dan umur panjang yang sudah terbukti di jalankan oleh nenek moyang kita.Mengingat pentingnya kesehatan tubuh karna kesehatan faktor dasar untuk segala aktifitas kita menjadi alasan kita untuk tetap menjaga kesehatan,tetap menjaga stamina agar keberlangsung hidupp tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Memang kesehatan bukan segala galanya tapi segala galanya butuh sehat,

Tetep semangat dan tetap sehat tetap bahagia tetap berkarya demi keluarga tercinta.

Friday, October 2, 2020

Waspadai penyakit kista jika anda mengalami gejala seperti berikut ini.

Penyakit kista menyumbang begitu banyak kematian pada wanita di seluruh dunia, termasuk di negara indonesia.

Sampai saat ini penyebab pastinya penyakit kista belum dapat ditemukan secara pasti. Menurut penelitian  beberapa kasus yang terjadi ternyata lebih cenderung penyakit kista ini adalah faktor keturunan, selain itu pencemaran udara dari asap rokok asap pabrik, asap segala kendaraan serta melemahnya imun pada tubuh,di tambah lagi akibat terlalu berlebihan mengkonsumsi makanan berlemak yang sehingga lemak tidak dapat diuraikan dalam proses metabolisme  dapat meningkatkan hormon testosteron diketahui juga bisa memicu terjadinya penyakit kista pada wanita.

Wanita yang terkena penyakit kista dapat menimbulkan gejala-gejala berikut ini :


Masa haid yang tidak normal dan tidak teratur atau tidak tepat waktu.Pada perut bagian bawah sering terasa nyeri.Terdapat rasa nyeri dan di barengi keluarnya flek darah dari vagina.memiliki hormon insulin sangat sedikit.biasanya Setelah melakukan aktivitas yang cukup berat atau melakukan olahraga terasa nyeri pada panggul atau senggama.Saat haid tiba terasa nyeri yang hebat, hingga terasa sampai pinggang belakang.Mengalami kram perut bagian bawah.


Jika anda merasakan ciri-ciri seperti di atas segeralah ke dokter untuk bisa mendapatkan perawatan medis.

Jaga kebersihan dan pola makan yang sehat konsumsi vitamin atau konsumsi herbal.

Tetap tenang dan jangan banyak pikiran dengan begitu akan sangat membantu proses penyembuhanya.


Thursday, October 1, 2020

Ternyata ini cara supaya anda terhindar dari penyakit kangker servick

 Tips mencegah kanker serviks

Cara atau tips yang bisa Anda lakukan untuk pencegahan penyakit yang berbahaya ini yaitu kanker servic. bisa berupa menjalani tes kesehatan hingga merubah gaya hidup sehat.

DI Bawah ini berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah kanker servic yang bisa anda lakukan.

1. Rutin menjalani pemeriksaan

PAP smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai langkah pertahanan pertama untuk cegah kanker servic. Cara ini berfungsi untuk mengetahui/ mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker servic pada rahim.
Selain pap smear, Anda juga bisa mengikuti Tes IVA yang sama-sama memiliki fungsi mendeteksi adanya kanker leher rahim.

Dengan metode pencegahan kanker servic yang di sebutkan di atas tadi, memudahkan para dokter dapat lebih mudah mendeteksi sel yang bersifat abnormal (pra-kanker) di dalam leher rahim lebih cepat,akurat dan tepat . Sehingga Anda bisa segera mungkin mengatasinya sebelum sel tersebut berubah menjadi kanker.

Penelitian yang di lakukan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Bahwa Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear sebagai langkah awal cara mencegah kanker servic lebih dini, pemeriksaan pertama kali bisa di lakukan pada usia 20- 21 tahun. Anda sudah bisa  melakukan tes ini baik jika sudah pernah berhubungan seksual maupun belum.

Tetapi bagaimana jika Anda sudah lebih dari 21 tahun belum menjalani tes pap semear ?  Jangan kewatir tidak ada kata terlambat untuk segera melakukan pemeriksaan ini sebagai salah satu cara Anda untuk mencegah kanker servic.

Anda di Rekomondasikan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin setiap tiga tahun sekali, (tanpa disertai tes HPV), khusus bagi Anda yang masih berusia 21-30 tahun.

Dan Bagi yang berusia lebih dari 30 tahun, langkah pencegahan kanker serviks selain tes pap smear disarankan juga untuk melakukan tes HPV secara bersamaan setiap lima tahun sekali.

Lakukan pemeriksaan pap smear secara rutin untuk upaya pencegahan serta mengurangi risiko yang dapat menjadi penyebab kanker serviks. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum Anda memutuskan melakukan pemeriksaan ini.

2. Lakukan tes DNA HPV

Cara lain yang bisa Anda lakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap kanker serviks adalah tes DNA HPV. Tes ini dilakukan untuk mencari tahu keberadaan virus HPV di dalam DNA leher rahim Anda.

Tes ini juga merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah kanker serviks dan dapat dilakukan bersamaan dengan pap smear.

Umumnya, tes DNA HPV dilakukan dalam 2 kondisi:

Bersamaan dengan pap smear

Sebagai pencegahan terhadap kanker serviks, cara ini biasanya ditujukan untuk wanita berusia 30 tahun ke atas. Jika di bawah 30, cara ini kurang efektif sebagai cara menghindari kanker serviks.

Pasalnya, wanita berusia 20-an yang aktif secara seksual lebih mungkin terkena infeksi HPV yang akan menghilang dengan sendirinya.

Setelah pap smear

Dalam kondisi tertentu, misalnya jika tes pap smear menunjukkan hasil yang tidak normal, dokter akan merekomendasikan tes DNA HPV sebagai cara lanjutan untuk mencegah kanker serviks.

Untuk melakukan hal ini, tidak perlu menunggu adanya gejala kanker serviks. Pasalnya, terkadang tidak ada gejala tertentu yang muncul saat Anda mengalami kanker serviks. Gejala sering kali baru muncul saat stadium kanker serviks telah pada tahapan yang parah, sehingga telah terjadi komplikasi dari kanker leher rahim ini.

3. Lakukan vaksinasi HPV

Cara lain yang tidak kalah penting sebagai upaya pencegahan kanker serviks adalah melakukan vaksinasi HPV. Baik wanita maupun laki-laki yang berusia 9-26 tahun dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV. Artinya, mencegah kanker serviks sudah bisa dilakukan sejak usia dini. 

Pada dasarnya vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks ini paling ideal diberikan pada mereka yang memang belum aktif secara seksual. Namun, semua orang dewasa yang aktif secara seksual dan belum pernah mendapatkan vaksin pencegahan kanker serviks disarankan untuk segera melakukan vaksinasi.

Wanita yang sudah aktif secara seksual harus melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks.

Jika hasilnya normal, Anda bisa langsung mendapatkan vaksin HPV. Namun, jika pemeriksaan pap smear tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.

Meski upaya pencegahan dengan vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tetap tidak menjamin Anda terlindung sepenuhnya dari penyakit ini.  

4.Selalu lakukan seks yang aman

Penularan virus HPV ini bisa ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman, misalnya tidak menggunakan kondom. Masalahnya, Virus HPV tidak hanya dapat ditularkan melalui penetrasi semata.

Virus ini juga bisa menyebar melalui berbagai kontak seksual lainnya, seperti kulit di area genital yang saling bersentuhan, sex oral, sex vaginal, seks anal, atau berhubungan sexs menggunakan bantuan alat sex

Risiko tertular HPV juga meningkat apabila Anda sering bergonta-ganti pasangan seksual. Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa seorang wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Sebenarnya, penggunaan KB IUD dipercaya dapat menjadi salah satu upaya pencegahan kanker serviks. Namun, penggunaan alat kontrasepsi spiral ini dianggap tidak mempengaruhi risiko infeksi HPV. Hanya saja,  IUD membantu dalam melawan infeksi tersebut agar tidak berkembang menjadi kanker serviks.

5. Jaga kebersihan vagina

Tidak hanya melakukan hubungan seks yang aman, langkah pencegahan kanker serviks yang bisa Anda lakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan vagina. Cara ini penting untuk dilakukan, khususnya saat sedang menstruasi dan keputihan untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Untuk melakukan upaya untuk mencegah kanker serviks ini, Anda bisa menggunakan bantuan cairan antiseptik khusus kewanitaan. Biasanya, produk ini mengandung povidone iodine yang bisa Anda gunakan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan, termasuk vagina.

Dengan melakukan berbagai upaya pencegahan kanker serviks yang telah disebutkan di atas, risiko Anda untuk tertular juga semakin rendah. Dengan begitu, Anda dapat terhindari dari penyakit yang satu ini.